Bisakah kita menjadi editor freelance? Mengapa tidak? Selain editor merupakan pekerjaan yang full time, kita juga bisa menjadi editor freelance. Pekerjaan sebagai editor menuntut kita untuk menghabiskan waktu kita di depan naskah. Selesai satu naskah, datanglah naskah-naskah selanjutnya. Seolah-olah tidak pernah berhenti pekerjaan seorang editor. Apalagi jika dikejar deadline.
Di sisi lain, pekerjaan yang menumpuk di sebuah dapur pracetak, menuntut editor meluangkan waktu santainya untuk menyelesaikan pekerjaan. Apabila waktu sudah dekat dengan deadline, biasanya editor akan kerja lembur. Begitu juga, setter, partner editor juga ikut kerja lembur.
Jika dengan kerja lembur, tugas-tugas masih menumpuk, naskah pun diperbolehkan untuk dibawa pulang. System outsourching menjadi solusi untuk mengatasi target pekerjaan editor yang mendekati batas waktu. Sebagai seorang editor yang dihadapkan pada pekerjaan yang memenuhi target, tentu perlu ekstra waktu dan tenaga.
Pekerjaan yang dibawa pulang dengan system outsourching diharapkan mampu menyelesaikan tugas seorang editor. Saat itulah kita menjadi editor freelance. Menyelesaikan suatu pekerjaan di luar jam kantor. Ini bisa kita kerjakan di rumah, atau di mana saja dan kapan saja.
Selain menyelesaikan pekerjaan dari penerbitnya, seorang editor freelance juga dapat job editing dari penerbit lain. Jika kita telah menjadi editor dalam beberapa lama, kita juga mengenal dunia penerbitan baik penerbit sendiri maupun competitor lainnya. Dari perkenalan dengan penerbit lain itulah, seorang editor bisa memperoleh job freelance.
Sekali lagi, job freelance ini bisa dikerjakan di mana saja. Jika kita sudah berpengalaman sebagai editor, sering berkutat dengan kamus dan EYD, tentu banyak penerbit yang mencari kita. Apalagi kita memiliki kemampuan ganda, baik sebagai editor substansi maupun editor bahasa. Hal ini akan membuat kita lebih produktif.
Produktifitas seorang editor juga didukung dengan kemampuan referensi yang cukup. Selain berhadapan dengan naskah dari penulis, seorang editor juga harus sering-sering membuka kamus bahasa, ensiklopedi dan buku-buku referensi lainnya. Buku-buku seperti inilah yang akan mengantarkan seorang editor menjadi professional.
Akan lebih bisa dikatakan sebagai editor yang professional jika kita juga mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Sebuah penerbit akan melihat sejauh mana kemampuan seorang editor, maupun tingkat kesalahan dalam pekerjaan serta ketepatan waktu penyelesaian pekerjaannya. So, jadilah professional dalam menjalankan tugas.
No comments:
Post a Comment